Tips Menulis

Halo calon kakak!

Surat bisa membangun ikatan emosional antara kakak dan adik. Berikut adalah tips-tips agar surat kakak lebih menyentuh hati adik-adik di Sumbawa

1. Buka ajakan untuk berkenalan

Tak kenal maka tak sayang. Oleh karena itu, awali surat kakak dengan perkenalan diri, tentang siapa kakak, kuliah dimana, tinggal dimana, suka makan apa, suka warna apa, suka main apa, dll. Tak lupa, tanya pula ke adik tentang diri mereka, seperti kelas berapa, suka main apa, suka makan apa, dll.

2. Buat mereka melihat!

Tempat wisata, prestasi, atau infrastruktur, perlu dijelaskan seperti apa visualnya. Tinggi tempatnya dibandingkan dengan tinggi pepohonan di sekitar rumah mereka, warnanya, luasnya, dll. Kalau bercerita tentang kehidupan di luar negeri, jangan lupa deskripsikan seperti apa perawakan orang yang tinggal disana, warna rambut, tinggi badan, warna mata, dll. Kalau bercerita tentang kuliah dan pekerjaan, jelaskan apa saja yang ada di kantor kakak, berapa orang yang ada disana, apa yang kakak kerjakan, dll.

3. Buat mereka merasa!

Misalnya, bercerita tentang pertukaran pelajar, jelaskan bagaimana ketika pertama kali berkenalan dengan orang asiing, bagaimana kakak belajar budaya mereka, bagaimana cara berinteraksi, dll.  Bercerita soal bisnis, jelaskan serunya menjual produk. dll. Kebisingan, kenyamanan, kepanasan, kedinginan, jelaskan detai rasanya agar mereka merasa berda di tempat yang kakak ceritakan.

4. Bercerita dengan bahasa yang ringan, tapi makna yang dalam

Berpesan supaya adik bekerja keras dan pantang menyerah itu bagus. Namun, 3 kata itu hendaknya dikemas dengan bahasa yang lebih sederhana sesuai dengan usia dan keseharian mereka ya. Misalnya, nilai kerja keras dan pantang menyerah bisa diselipkan dalam pesan untuk semangat belajar, kalau ada pelajaran yang tidak dimengerti, baca lagi buku pelajarannya, kalau masih tidak mengerti juga, jangan malu bertanya pada ibu dan bapak guru.

5. Buat mereka merasa pantas

Jika bercerita tentang wisata indonesia, jangan lupa mempertimbangkan perekonomian keluarga adiknya. Mereka bukan orang kaya yang punya banyak uang untuk jalan-jalan. Jangan muncul opini mereka bahwa kakak adalah orang kaya, wajar bisa jalan-jalan, sementara aku kan tidak punya uang. Jangan!! Jangan juga buat mereka merasa, kakak kan pintar, makanya bisa kerja di tempat bagus. Jangan!! Buat mereka merasa pantas!!!! Jelaskan bagaimana dulu kakak berjuang di usia mereka, kakak belajar, kakak bekerja, dll. Tempelkan nilai berusaha agar mereka tahu bahwa mereka pun pantas mendapatkan apa yang kakak dapatkan, dengan berusaha.

6. Tanyakan umpan balik

Setelah ataupun sebelum bercerita tentang prestasi kakak, coba tanyakan apa pelajaran yang adik sukai? Hobi adik apa? Kapan biasanya belajar? dll. Ini bisa membuat mereka merasa berbicara dengan kakak, bukan hanya membaca surat.

7. Akhiri dengan ajakan dan motivasi

Setelah menceritakan pekerjaan, tempat wisata, atau prestasi, ajak lah adik untuk pergi atau mencapai obyek yang diceritakan juga. Motivasi mereka, agar suatu hari bisa menjadi seperti kakak.

8. Tutup dengan rasa penasaran menunggu surat balasan dari adik

Pilih kalimat yang menunjukkan besarnya keinginan kakak untuk segera membaca cerita dari adik.

9. Berdoa semoga surat itu bisa menginspirasi adik

😀

Sekian dulu tipsnya ya. Selamat menulis kak! Kami tunggu surat-suratnya.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s